#footer-column-container { clear:both; } .footer-column { padding: 10px; } .quickedit{ display:none; }

ONLINE-UJIAN SENI BUDAYA ESTIB

Minggu, 19 Juli 2009

10 Oktober 2003” Puisi Kisah Nyata di SMP Negeri 2 Pugung, Tanggamus, Lampung


Aku seperti tikus
Yang di kejar-kejar seekor kucing yang lapar
Aku dijadikan tikus
Yang diterkam kucing kelaparan
Mereka beringas, buas dan kejam
Aku dianggap seekor tikus
Karena mereka seperti seekor kucing

Aku lari, aku di caci maki
Aku lari, aku di terkam seekor kucing
Aku di seret, aku di banting, aku jatuh
Anak-anakku menangis, mereka menjerit histeris
Anak-anakku berteriak, memanggil-manggil namaku
Tapi aku tidak mendengar
Karena aku tidak sadar

Aku dibangunkan
Aku dibawa lari seekor harimau
Aku tinggalkan tempat itu
Aku tinggalkan anak-anakku
Mereka menangis mengantar kepergianku
Kutinggalkan rumput-rumput dan tiang bendera membisu
Kucing-kucing memukul tiang bendera
Kucing-kucing berteriak
Mereka akan merobek-robek kulitku
Mereka akan membelah dadaku
Dan menghisap darahku

Tapi aku di selamatkan kawan
Tapi aku di lindungi Tuhan
Karena aku tikus yang beriman

Aku terjaga dari mimpi buruk itu
Di waktu sore Jum’ at kelabu
Aku sadar, aku ingat
Aku bukan seekor tikus
Tapi aku adalah manusia

Aku adalah gurunya kucing-kucing itu
Aku adalah gurunya harimau itu
Yang dianggap seekor tikus yang tak berarti bagi mereka

Mereka adalah anak-anakku
Yang tidak tahu bahwa aku adalah manusia seperti mereka

Kini aku hanya bisa berucap 
Selamat tinggal anak-anakku
Selamat berpisah
Kita dibelah dalam keadaan duka
Kita pisah bertebar bunga

Kita berpisah dalam keadaan duka
Karena anak-anakku yang menodai perpisahan ini

Selamat berpisah, semoga bahagia
Amin……


Oleh : Asim Sulistyo, S.Pd. (Hp. 081329350066)
Tahun 1997 - 2004 Guru SMP N. 2 Pugung, Kab. Tanggamus, Lampung.
Tahun 2005 - Guru SMP N 3 Bayat, Klaten, Jawa-Tengah sampai sekarang.


Kisah Nyata ini terjadi di Desa Sumanda, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Lampung pada tanggal 10 Oktober 2003 hari Jum’ at jam 15.00 WIB. Ketika aku bersama temanku (Jamsani) sedang melatih pramuka siswa SMP Negeri 2 Pugung, Kab. Tanggamus, tiba-tiba aku diserang/dikeroyok kurang lebih 50 orang secara anarkis oleh alumni SMP (muridku sendiri) dan warga sekitar sekolahan (warga Dusun Sumanda, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus). Alhamdulillah aku tidak cedera sedikitpun, karena aku masih dilindungi Allah SWT. Salam buat keluarga besar SMP Negeri 2 Pugung, Tanggamus, Lampung.

0 komentar:

Posting Komentar

Komentarlah sebagai tanda persahabatan.

 

Wikimapia Rowo Jombor

Pengikut

Wikimapia Krakitan

Bookmark and Share