#footer-column-container { clear:both; } .footer-column { padding: 10px; } .quickedit{ display:none; }

Selasa, 20 September 2016

Estib TV-Apel Anti Narkoba SMPN 3 Bayat Klaten


Kegiatan siswa SMP Negeri 3 Bayat, Klaten dalam memerangi bahaya narkoba sangat terasa. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah dinding sekolah dan spanduk kain putih yang digores dengan senin grafitti. Ratusan siswa Estib ini sudah terbiasa dengan seni grafitti dengan menolak bahaya narkoba.
Demikian dijelaskan Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Klaten AKP Danang Eko Purwanto SH didampingi Staf Narkoba Polres Klaten Bripka Wulan Wahyuni dan Aiptu Nur Syakban di sela-sela pemantauan kegiatan seni grafitti penolakan siswa Estib akan bahaya narkoba, Selasa pagi (13/9).
“Jadi siswa Estib ini menjadi pilot project atau percontohan gerakan siswa dalam menolak peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Klaten ini. Semangat anak-anak dalam menolak narkoba sangat terlihat dengan kemampuan anak-anak dalam membuat goresan kanvas tinta seni grafitti di dinding kelas maupun kain putih,” ujar Danang Eko Purwanto kepada wartawan.
Sebelum menjadi inspektur apel pagi di halaman SMPN 3 Bayat atau biasa disapa Estib, Danang merasa tersanjung dengan kemampuan kelas 9 Estib dalam grup orkestra Estib. Siswa Estib dengan penuh percaya diri dan mumpuni, terlihat asyik memainkan 6 alat musik dengan lagu-lagu menggugah semangat belajar siswa.
Grup orkestra Estib kelas 9A yang tampil dalam mensemarakkan apel pagi bersama Kasat Narkoba ini, antara lain Danang dipercaya memegang keyboard, melody dipegang Novita, Ella dipercaya pegang drum, angklung dimainkan Bunga, Devi, Putri, Rina, Difta dan Yunita. Siswa yang memainkan gitar antara lain Alvi, Karelina, Ana, Nita dan Galih.
Untuk siswa laki-laki kelas 9A mendapat tugas main seruling. Siswa yang main pianika antara lain Yeti, Susi, Tika, Risma, Pipit dan Ina. Dan Asim Sulistya sebagai guru seni budaya dan pembina kegiatan kesenian siswa Estib memegang biola dengan penuh penghayatan dan percaya diri.
Kepada wartawan, Kasat Narkoba Polres Klaten mengaku sangat kagum dan baru pertama kali menyaksikan gelaran konser orkestra siswa Estib dalam memainkan seni musik dan ditambah semangat siswa dalam membuat tulisan penolakan dan ajakan menggunakan narkoba.
Kegiatan apel anti narkoba untuk tingkat SMP ini dirasakan sangat bermanfaat dan dari monitoring Satuan Narkoba Polres Klaten, kegiatan siswa Estib ini sangat menonjol. Sehingga ke depan, apa yang dilakukan siswa Estib dalam menolak narkoba ini, perlu dicontoh siswa SMP atau tingkat SMA/SMK lainnya di Klaten.
Tema yang diangkat siswa Estib menolak dengan tegas peredaran narkoba. Dan apa yang dirasakan dalam hati siswa, dituangkan lewat seni grafitti dan hal ini secara tidak langsung ikut berperan dalam memerangi bahaya narkoba dalam upaya preventif.
Siswa tingkat SMP ini, jelas Danang, memang menjadi benteng dalam mencegah dan menolak peredaran narkoba, minuman keras, juga bahaya seks bebas di kalangan remaja. Terkhusus narkoba, Danang mengajak 528 siswa Estib yang mengikuti apel pagi ini untuk tetap komitmen dalam menolak bahaya zat adiktif, seperti pil koplo dan obat keras.
“Belum lama ini kita tangkap pelaku peredaran pil koplo dan narkoba di wilayah Kecamatan Bayat ini dan dengan gerakan memerangi bahaya narkoba lewat sekolah-sekolah, juga goresan tolak narkoba seni grafitti para siswa, juga menjadi pendidikan karakter siswa untuk pertegas tolak bahaya narkoba,” ujar Danang.
Terpisah, Kepala SMPN 3 Bayat Agus Tri Purwanto SPd menyerahkan sepenuhnya kepada para guru dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak untuk melawan peredaran narkoba, antara lain lewat materi pelajaran sekolah maupun seni grafitti.
Selengkapnya...

Minggu, 21 Agustus 2016

Grafitti Anti Korupsi-Anti Narkoba SMPN 3 Bayat Klaten 2016




Guru bagaikan seorang pemanah dan siswa sebagai anak panahnya.
Inilah konsep pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 3 Bayat (ESTIB), Klaten, Jawa-Tengah. Siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pengalamannya dalam belajar melukis dengan bimbingan guru yang tidak diragukan lagi kemampuannya dalam mengajar kesenian.

Keprihatinan bangsa Indonesia yang begitu mendalam, dengan dihantui beredarnya Narkoba dan maraknya Koruptor disegala lapisan masyarakat, maka ESTIB memberikan pendidikan karakter pada Mata Pelajaran Seni Rupa melalui Gambar Grafitti dengan tema ANTI KORUPSI dan ANTI NARKOBA.

Kegiatan ini satu-satunya di Indonesia khususnya untuk tingkat SMP yang di laksanakan pada bulan Agustus 2016. Semua dinding sekolah bagian luar termasuk pagar sekolah, telah digambari graffiti oleh siswa. Lokasi yang telah digambari Grafitti mencapai panjang 177 meter,  tinggi 4 meter,  luas 459 meter dan jumlah obyek 143 gambar.

Gambar Grafiti dengan panjang dan tinggi seperti tersebut diatas, kiranya karya ini sebagai Grafiti ANTI NARKOBA dan ANTI KORUPSI TERPANJANG dan TERTINGGI di INDONESIA, walaupun belum pernah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), karena belum tahu caranya untuk bisa tercatat di MURI. Karya Grafitti ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat dan kegiatan ini pernah disiarkan secara Nasional oleh Radio Kanal KPK pada 15 Juni 2015.

Namun yang lebih utama adalah memberikan pendidikan karakter pada siswa, agar siswa kelak tidak menjadi Koruptor dan tidak terjerumus pada Narkoba.

Asim Sulistyo, S.Pd sebagai guru kesenian selalu memberikan motivasi dan inspirasi agar siswa jujur dimanapun berada dan menghindari Narkoba ataupun minuman keras dalam bentuk apapun.

(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat, Klaten)





Selengkapnya...

Rabu, 17 Agustus 2016

Musik Orkestra SMPN 3 Bayat, Klaten pada Upacara HUT RI Ke-71 Tahun 2016





Luar biasa dan mempesona. Pentas Orchestra group musik siswa SMP Negeri 3 Bayat, Klaten atau Estib, dalam gelaran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71 di Lapangan Lemah Miring, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu pagi (17/8/2016).
Di kesempatan ini, orchestra Seni Musik Estib terdiri dari 61 pemain, terbagi 20 siswa pegang pianika, 18 recorder, 13 gitar, 1 piano, 1 drum, 1 biola, dan 1 keobor. Pendamping dan pembina seni musik dan budaya Estib, Asim Sulistyo SPd, kebagian jatah memainkan alat musik biola.
Penampilan Seni Musik Estib ini, menurut Camat Bayat Edy Purnomo SE, telah memberikan warna berbeda dan para peserta upacara juga merasakan aura postif dari lantunan lagu-lagu perjuangan sejumlah 20-an lagu.
Aksi grup seni musik Estib ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan sambil menanti kedatangan pasukan pengibar bendera (Paskibra), siswa didikan dan binaan Estib langsung membuat suasana lapangan Lemah Miring bagaikan panggung hiburan menarik.
Bahkan sejumlah guru dan kepala sekolah yang belum kenal dengan grup seni musik Estib, tanpa ragu, sebelum upacara dimulai, pada minta foto bersama atau selvinan, meskipun saat itu siswa Estib sedang memainkan alat musik.
“Memang kita akui, Estib ini telah berhasil memberikan satu nilai lebih dibanding sekolah lainnya. Kemampuan siswa dalam olah bakat seni musik, telah menjadikan satu motivasi tersendiri pada diri siswa meraih cita-cita. Dengan seni itu bisa mendorong siswa semakin giat dalam belajar. Terima kasih buat adik-adik siswa Estib, penampilan di HUT Kemderdekaan RI ke-71 ini semakin khidmat,” pesan Camat Bayat Edy Purnomo.
Para siswa Estib ini, dari pantauan redaksi, dibiasakan untuk cinta dan gemar dengan seni dan budaya. Tidak hanya seni musik, akan tetapi juga seni graffiti, melukis, seni tari, dan kegiatan lainnya. Juga ada kegiatan kepramukaan, ekstra biologi, palang merah remaja (PMI) dan tak kalah serunya ada komunitas siswa di bidang jurnalistik.
Karena mengetahui grup seni musik Estib tampil di lapangan Lemah Miring dalam HUT Kemerdekaan RI ke-71 ini, membuat puluhan guru Estib merapat dan mengikuti upacara yang digelar tingkat Kecamatan Bayat ini. Kehadiran para guru dalam upacara di lapangan Lemah Miring ini menjadi penyemangat siswa Estib dalam memainkan musik.
“Untuk siswa yang gemar jurnalistik, kita bentuk Estib Post, yang memang agendanya belajar nyoting seperti di televisi itu. Untuk acara upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI, baru kali ini Estib mendapat jatah tampil. Hebooh pokoknya, kita justru membuka diri agar sekolah lain juga bisa berkarya menghidupkan seni musik,” ujar Asim Sulistyo.
Wakil Kepala SMPN 3 Bayat Bidang Kesiswaan Subari SPd yang terlihat juga mengawal dan mendampingi siswa Estib di agenda HUT Kemerdekaan RI ini, merasakan syukur atas nikmat Allah SWT. Tanpa dukungan semua pihak, Estib tak ada apa-apanya dan tidak bisa maju seperti saat ini.
Karena jarak sekolah dengan lokasi upacara jauh, kisaran 6 Km, maka siswa Estib menuju lokasi lapangan menggunakan dua kereta kelinci dan datangnya lebih awal. Hal ini untuk mempermudah persiapan dan bisa pentas lebih awal.
“Selama ini tahunya warga tentang Estib itu hanya seni musik, sebenarnya banyak pontesi di Estib ini. Dan kita bersyukur, kali ini kita diberikan kesempatan tampil. Kita harapkan siswa Estib juga akan semakin tergugah dan giat belajar menggapai cita-cita,” pungkas Subari.
(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat Klaten)


Selengkapnya...

 

Wikimapia Rowo Jombor

Pengikut

Wikimapia Krakitan

Bookmark and Share