#footer-column-container { clear:both; } .footer-column { padding: 10px; } .quickedit{ display:none; }

Minggu, 21 Agustus 2016

Grafitti Anti Korupsi-Anti Narkoba SMPN 3 Bayat Klaten 2016




Guru bagaikan seorang pemanah dan siswa sebagai anak panahnya.
Inilah konsep pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 3 Bayat (ESTIB), Klaten, Jawa-Tengah. Siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pengalamannya dalam belajar melukis dengan bimbingan guru yang tidak diragukan lagi kemampuannya dalam mengajar kesenian.

Keprihatinan bangsa Indonesia yang begitu mendalam, dengan dihantui beredarnya Narkoba dan maraknya Koruptor disegala lapisan masyarakat, maka ESTIB memberikan pendidikan karakter pada Mata Pelajaran Seni Rupa melalui Gambar Grafitti dengan tema ANTI KORUPSI dan ANTI NARKOBA.

Kegiatan ini satu-satunya di Indonesia khususnya untuk tingkat SMP yang di laksanakan pada bulan Agustus 2016. Semua dinding sekolah bagian luar termasuk pagar sekolah, telah digambari graffiti oleh siswa. Lokasi yang telah digambari Grafitti mencapai panjang 177 meter,  tinggi 4 meter,  luas 459 meter dan jumlah obyek 143 gambar.

Gambar Grafiti dengan panjang dan tinggi seperti tersebut diatas, kiranya karya ini sebagai Grafiti ANTI NARKOBA dan ANTI KORUPSI TERPANJANG dan TERTINGGI di INDONESIA, walaupun belum pernah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), karena belum tahu caranya untuk bisa tercatat di MURI. Karya Grafitti ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat dan kegiatan ini pernah disiarkan secara Nasional oleh Radio Kanal KPK pada 15 Juni 2015.

Namun yang lebih utama adalah memberikan pendidikan karakter pada siswa, agar siswa kelak tidak menjadi Koruptor dan tidak terjerumus pada Narkoba.

Asim Sulistyo, S.Pd sebagai guru kesenian selalu memberikan motivasi dan inspirasi agar siswa jujur dimanapun berada dan menghindari Narkoba ataupun minuman keras dalam bentuk apapun.

(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat, Klaten)





Selengkapnya...

Rabu, 17 Agustus 2016

Musik Orkestra SMPN 3 Bayat, Klaten pada Upacara HUT RI Ke-71 Tahun 2016





Luar biasa dan mempesona. Pentas Orchestra group musik siswa SMP Negeri 3 Bayat, Klaten atau Estib, dalam gelaran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71 di Lapangan Lemah Miring, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu pagi (17/8/2016).
Di kesempatan ini, orchestra Seni Musik Estib terdiri dari 61 pemain, terbagi 20 siswa pegang pianika, 18 recorder, 13 gitar, 1 piano, 1 drum, 1 biola, dan 1 keobor. Pendamping dan pembina seni musik dan budaya Estib, Asim Sulistyo SPd, kebagian jatah memainkan alat musik biola.
Penampilan Seni Musik Estib ini, menurut Camat Bayat Edy Purnomo SE, telah memberikan warna berbeda dan para peserta upacara juga merasakan aura postif dari lantunan lagu-lagu perjuangan sejumlah 20-an lagu.
Aksi grup seni musik Estib ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan sambil menanti kedatangan pasukan pengibar bendera (Paskibra), siswa didikan dan binaan Estib langsung membuat suasana lapangan Lemah Miring bagaikan panggung hiburan menarik.
Bahkan sejumlah guru dan kepala sekolah yang belum kenal dengan grup seni musik Estib, tanpa ragu, sebelum upacara dimulai, pada minta foto bersama atau selvinan, meskipun saat itu siswa Estib sedang memainkan alat musik.
“Memang kita akui, Estib ini telah berhasil memberikan satu nilai lebih dibanding sekolah lainnya. Kemampuan siswa dalam olah bakat seni musik, telah menjadikan satu motivasi tersendiri pada diri siswa meraih cita-cita. Dengan seni itu bisa mendorong siswa semakin giat dalam belajar. Terima kasih buat adik-adik siswa Estib, penampilan di HUT Kemderdekaan RI ke-71 ini semakin khidmat,” pesan Camat Bayat Edy Purnomo.
Para siswa Estib ini, dari pantauan redaksi, dibiasakan untuk cinta dan gemar dengan seni dan budaya. Tidak hanya seni musik, akan tetapi juga seni graffiti, melukis, seni tari, dan kegiatan lainnya. Juga ada kegiatan kepramukaan, ekstra biologi, palang merah remaja (PMI) dan tak kalah serunya ada komunitas siswa di bidang jurnalistik.
Karena mengetahui grup seni musik Estib tampil di lapangan Lemah Miring dalam HUT Kemerdekaan RI ke-71 ini, membuat puluhan guru Estib merapat dan mengikuti upacara yang digelar tingkat Kecamatan Bayat ini. Kehadiran para guru dalam upacara di lapangan Lemah Miring ini menjadi penyemangat siswa Estib dalam memainkan musik.
“Untuk siswa yang gemar jurnalistik, kita bentuk Estib Post, yang memang agendanya belajar nyoting seperti di televisi itu. Untuk acara upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI, baru kali ini Estib mendapat jatah tampil. Hebooh pokoknya, kita justru membuka diri agar sekolah lain juga bisa berkarya menghidupkan seni musik,” ujar Asim Sulistyo.
Wakil Kepala SMPN 3 Bayat Bidang Kesiswaan Subari SPd yang terlihat juga mengawal dan mendampingi siswa Estib di agenda HUT Kemerdekaan RI ini, merasakan syukur atas nikmat Allah SWT. Tanpa dukungan semua pihak, Estib tak ada apa-apanya dan tidak bisa maju seperti saat ini.
Karena jarak sekolah dengan lokasi upacara jauh, kisaran 6 Km, maka siswa Estib menuju lokasi lapangan menggunakan dua kereta kelinci dan datangnya lebih awal. Hal ini untuk mempermudah persiapan dan bisa pentas lebih awal.
“Selama ini tahunya warga tentang Estib itu hanya seni musik, sebenarnya banyak pontesi di Estib ini. Dan kita bersyukur, kali ini kita diberikan kesempatan tampil. Kita harapkan siswa Estib juga akan semakin tergugah dan giat belajar menggapai cita-cita,” pungkas Subari.
(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat Klaten)


Selengkapnya...

Rabu, 20 Juli 2016

Rowo Jombor Krakitan Desa Wisata, Klaten, Jateng


Krakitan, sebuah desa yang terletak di kota Klaten provinsi Jawa Tengah.Posisi desa ini sangat strategis dan mudah dijangkau dari kota Klaten. Desa yang berada di selatan kota klaten ini, merupakan desa yang kaya akan keindahan alamnya.Hal ini dikarenakan Krakitan di kelilingi oleh pegunungan-pegunungan hijau yang menyejukkan setiap mata yang melihat.

Ditengah desa ini terdapat sebuah rawa yang dikenal dengan nama Rawa Jombor. Keberadaan Rawa Jombor menjadikan nilai plus dan daya tarik tambahan bagi kegiatan wisata di Desa Krakitan. Ditambah lagi dengan berdirinya warung-warung apung disekitaran Rawa. Keberadaan rawa ini juga tidak lepas dari sejarah panjang yang mengawali munculnya rawa ini serta cerita mistis yang membalutnya mulai dari istana bawah laut, bulus(penyu) keramat,dll.

Desa krakitan memiliki sejumlah dusun yang sangat berpotensi untuk menjadi sarana wisata belajar. Terdapat berbagai macam potensi seperti, peternakan, perikanan,kesenian, kerajinan batik, gerabah, seni ukir kayu, perkebunan atau holtikultura,dll. Potensi-potensi tersebut sangat cocok untuk menjadi sarana pembelajaran bukan hanya bagi para siswa sekolah tapi juga masyarakat pada umumnya yang ingin secara langsung mempraktekkan dan mengenal cara-cara bertani, berternak,dll. Lokasi desa yang diapit oleh bukit-bukit kapur, juga dapat menjadi sarana bagi mereka pecinta panjat tebing, Tracking, dan mereka yang tertarik untuk memepelajari mengenai berbagai macam batuan, seperti batuan beku, sedimen,dll.

Keadaan demografis desa ini juga sangat menarik. Mulai dari keramahan setiap penduduknya, semangat gotong royong yang tinggi,dan sikap religius warganya. Sikap penduduk yang ramah dan terbuka bagi masyarakat luar ataupendatang menambah rasa nyaman bagi para wisatawan yang datang. Dengan demikian, wisatawan diharapkan dapat merasakan suasana desa yang akrab serta mendapat pengalaman yang berbeda saat berwisata di Desa Krakitan.

Untuk itu, Desa Krakitan menawarkan sejumlah paket wisata bagi wisatawan yang ingin datang atau berkunjung ke desa ini. Paket-paket ini tidak sekedar menawarkan hiburan semata tapi juga menawarkan kegiatan wisata yang dapat menjadi sarana pendidikan sekaligus hiburan.
Sumber : Krakitan.com
Selengkapnya...

 

Wikimapia Rowo Jombor

Pengikut

Wikimapia Krakitan

Bookmark and Share